Gambaran Faktor Organisasi Pada Puskesmas Dengan Angka Rujukan Yang Meningkat Di Kota Surabaya

Nidya Eka Putri(1),


(1) FKM Universitas Airlangga
Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas dapat merujuk pasien apabila Puskesmas tidak memiliki kemampuan untuk menangani kondisi pasien.Berbagai faktor internal di Puskesmas dimungkinkan dapat menyebabkan angka rujukan yang tinggi.Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor organisasi yakni Puskesmas dengan angka rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit khususnya dalam pelayanan rawat jalan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif.Data diperoleh dengan menggunakan data sekunder dan kuesioner.Pengambilan data yakni pada 17 Puskesmas di Kota Surabaya secara purposive sampling pada Puskesmas yang memiliki kenaikan angka rujukan di tahun 2013-2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa Puskesmas yang telah memiliki SPO dan memiliki peralatan yang baik di setiap layanan.Namun hampir semua Puskesmas tidakcukup memiliki stok obat dan bahan medis habis pakai.Kesimpulannya adalah Puskesmasyang tidak cukup memenuhi kepemilikikan SPO, cukup memenuhiperalatan medis di setiap pelayanan dan cukup memenuhi obat dan bahan medis habis pakai, memicu Puskesmas untuk mendapatkan rata-rata angka rujukan tinggi dan mengalamikenaikan.


Keywords


Puskesmas, Angka Rujukan, Faktor Organisasi

References


Primasari, Karleanne Lony. (2015). Analisis Sistem RUjukan Jaminan

Kesehatan Nasional RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak

dalam Jurnal ARSI, volume 1 Nomor 2.

Siahaan, Selma. (2013). Analisis Ketersediaan dan Pola Peresepan Obat

di Rumah Sakit Pemerintah di Indonesia dalam Buletin

Penelitian Sistem Kesehatan, Volume 16 Nomor 4.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 127 times
PDF Download : 117 times

DOI: 10.29241/jmk.v2i2.62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Nidya Eka Putri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.