Evaluasi Tingkat Ketidaktepatan Pemberian Kode Diagnosis Dan Faktor Penyebab Di Rumah Sakit X Jawa Timur

Nurmalinda Puspitasari

Abstract


ABSTRAK
Ketepatan kode diagnosa dapat berpengaruh terhadap analisis pembiayaan pelayanan kesehatan khusus dalam kelancaran proses pengklaiman, pelaporan nasional morbiditas dan mortalitas, tabulasi data pelayanan kesehatan bagi proses evaluasi perencanaan pelayanan medis, menentukan bentuk pelayanan yang harus direncanakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman dan untuk penelitian epidemiologi dan klinis.. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat ketidaktepatan dan faktor-faktor penyebab ketidaktepatan pemberian
kode diagnosis di Rumah Sakit X jawa Timur. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan studi retrospektif. Populasi adalah seluruh BRM bulan Januari-Maret 2017 dan sampel yang diambil sebanyak 634 BRM rawat jalan dan rawat inap. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanterdapat 504 kode diagnosis terkode pada BRM dan 130 tidak terkode pada BRM. Tingkat ketidaktepatan kode diagnosis didapat sebanyak 305 BRM (61%) yang tepat, 31 BRM (6%) yang tepat sebagian, dan 168 BRM (33%) yang tidak tepat. Faktor-faktor penyebab meliputi pengetahuancoder, ketidaklengkapan informasi
penunjang medis, ketidaksesuain penggunaan singkatan dengan daftar singkatan Rumah Sakit, dan keterbacaan diagnosis.


Keywords


Pengodean, Kode, Diagnosis, Rawat Inap, Rawat Jalan

Full Text:

PDF

References


Abdelhak, M. 2001. Health Information Management of Strategic Resource.

Sydney: W.B Saunders Company.

Hatta, Gemala R. 2008. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di

Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta : Universitas Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.29241/jmk.v3i1.77

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Nurmalinda Puspitasari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.