Level Stres Dan Strategi Coping Pada Caregiver Stroke Rumah Sakit TK.II Pelamonia Makassar

Yunitia Insani(1), Nurmulia Wunaini Ngkolu(2),


(1) STIKES PELAMONIA KESDAM VII WIRABUANA MAKASSAR
(2) STIKES PELAMONIA KESDAM VII WIRABUANA MAKASSAR
Corresponding Author

Abstract


Stroke sering terjadi secara tiba-tiba dan tidak terprediksi. Selain membawa dampak psikologis bagi pasien itu sendiri, stroke juga membawa dampak bagi keluarga pasien. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi stroke di Indonesia 12,1 per 1.000 penduduk. Data yang didapatkan dari Rumah Sakit Pelamonia mengenai jumlah pasien stroke selama tahun 2018 sebanyak  2379 orang. Agar pasien stroke dapat melangsungkan kehidupannya maka diperlukan seseorang yang dapat membantu segala aktivitasnya yakni caregiver. Beban caregiver mengacu pada perasaan negatif dan ketegangan yang dialami seseorang ketika merawat seseorang yang stroke. Desain penelitian yang digunakan adalah mix method (kualitatif dan kuantitatif) untuk menggali informasi secara mendalam mengenai level dan strategi coping stres caregiver pasien stroke yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit TK. II Pelamonia Makassar dengan pendekatan studi kasus melalui pengisian kuesioner dan wawancara mendalam. Alasan pemilihan lokasi penelitian ini adalah tingginya jumlah pasien stroke di  Rumah Sakit TK. II Pelamonia Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa caregiver pasien stroke di Rumah Sakit TK. II Pelamonia Makassar menggunakan strategi coping yang berpusat pada masalah dan emosi. Strategi coping yang berpusat pada masalah dilakukan melalui menyanyi, mengobrol dengan tetangga, menangis, dan mengatur waktu untuk aktifitas lainnya. Strategi coping yang berpusat pada emosi dilakukan melalui mencari dukungan sosial dari keluarga, menganggap bahwa menjadi caregiver adalah bentuk pengabdian dan kewajiban kepada pasien, bersabar dan tidak berputus asa, dan menjadikannya sebagai upaya untuk memperoleh ladang pahala dari Tuhan.

Kata Kunci: Coping Caregiver, Stroke, Level Stres


Keywords


Coping caregiver, Stroke, Level stres

References


Anantu, A. (2013). Hubungan antara frekuensi berdoa dengan adversity quotient pada karyawan beragama kristen dan katolik.

Astuti, Ri. (2010). Hubungan Jenis Stroke dengan Kecemasan pada Caregiver Pasien Stroke di RSUD DR. Moewardi Surakarta. https://doi.org/10.1093/occmed/kqq062

Ayuningputri, N., & Maulana, H. (2013). Persepsi Akan Tekanan Terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Pasangan Suami-Istri Dengan Stroke. JPPP - Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 2(2), 118. https://doi.org/10.21009/jppp.022.08

Fajriyati, Y. N. (2017). Coping Stres pada Caregiver Pasien Stroke. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(1), 96–105. Retrieved from http://journals.ums.ac.id/index.php/indigenous/article/view/5460/3759

Hartati, J. (2015). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Family Caregiver dalam merawat Penderita Paska Stroke di rumah. 1. Retrieved from http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/25560%0Ahttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/25560/1/JULIA HARTATI - fkik.pdf

Julianti, E. (2015). Pengalaman Caregiver Dalam Merawat Pasien Pasca Stroke di Rumah pada Wilayah Kerja Puskesmas Benda Baru Kota Tangerang Selatan. Jurnal Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Retrieved from http://repository.uinjkt.ac.id

Kholidah, E., & Alsa, a. (2012). Berpikir Positif untuk Menurunkan Stres Psikologis. Jurnal Psikologi, 39(1), 67–75. Retrieved from http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/180

Maryam, S. (2018). Strategi Coping: Teori Dan Sumberdayanya. JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa. https://doi.org/10.31100/jurkam.v1i2.12

Masyithah, D. (2012). Hubungan dukungan sosial dan penerimaan diri pada penderita pasca stroke. 99, 12.

Nunung, D. N. M. ini. S. F. (2019). No Title. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 2. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/jkp.v2i3.86

Pérez-Cruz, M., Parra-Anguita, L., López-Martínez, C., Moreno-Cámara, S., & Del-Pino-Casado, R. (2019). Coping and anxiety in caregivers of dependent older adult relatives. International Journal of Environmental Research and Public Health. https://doi.org/10.3390/ijerph16091651

Septi Sri Indah Sukasni. (2019). Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Problem Focused Coping pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung (Vol. 8). Retrieved from http://repository.radenintan.ac.id/5628/1/skripsi septi pdf.pdf

Wijanarko, A., & Ediati, A. (2016). Penerimaan Diri Pada Orangtua Yang Memiliki Anak Skizofrenia. Jurnal Psikologi, 5(3), 424–429.

Winda Lestari, D. (2014). Penerimaan Diri Dan Strategi Coping Pada Remaja Korban Perceraian Orang Tua. 2(1), 1–13.

Yuliasari, H., Wahyuningsih, H., & Sulityarini, R. I. (2018). Efektifitas Pelatihan Koping Religius untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Journal of Psychological Science and Profession, 2(1), 73. https://doi.org/10.24198/jpsp.v2i1.15024

Yuniarsih, W. (2014). Pengalaman Caregiver Keluarga dalam Konteks Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Tahap Paska Akut di RSUP Fatmawati. Universitas Indonesia.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 89 times
PDF Download : 30 times

DOI: 10.29241/jmk.v6i1.211

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.