Hubungan Kamarisasi Dan Bahan Bakar Biomassa Terhadap Kejadian Infeksi Pernafasan Akut Pada Anak Balita

Ricky Perdana Poetra(1),


(1) STIKES Pelamonia Kesdam VII Wirabuana Makassar
Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

ISPA merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang masih merupakan
masalah kesehatan yang serius terutama di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kamarisasi dan bahan biomassa terhadap kejadian penyakit ISPA pada anak balita di Kelurahan Kalebajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel adalah balita yang berada di Kelurahan Kalebajeng. Penarikan sampel menggunakan simple random sampling yaitu berjumlah 85 anak balita. Data diolah dengan menggunakan computer program SPSS dan dianalisis menggunakan uji chi square. Diperoleh hasil bahwa responden yang tidak memiliki kamar/memiliki kamar namun tidak memenuhi syarat sebanyak 22 orang (25,9%), sedangkan yang memiliki kamar memenuhi syarat sebanyak 63 orang (74,1%). Untuk ISPA menunjukkan bahwa dari 22 responden yang penggunaan kamarisasi tidak memenuhi syarat sebanyak 10 balita (45,5%) yang menderita ISPA. Sedangkan dari 63 responden yang penggunaan kamarisasi memenuhi syarat sebanyak 49 balita (75,0%) yang tidak menderita ISPA. Hasil uji statistik dengan menggunakan Yate’s Correction di peroleh p-value = 0,070 yang berarti p-value lebih besar dari alfa 0,05 dengan demikian H0 diterima. Artinya Tidak ada hubungan antara penggunaan kamarisasi dengan kejadian ISPA pada anak balita.

Kata Kunci : ISPA, Anak balita, Kamarisasi, Bahan bakar biomassa, Rumah sehat.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 96 times
PDF Download : 75 times

DOI: 10.29241/jmk.v4i2.118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.