Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita

DOI: 10.29241/jmk.v9i1.1366

Author

Febianne Eldrian(1), Merlin Karinda(2), Rony Setianto(3), Belinda Arbitya Dewi(4), Yuni Handayani Gusmira(5),
(1) Universitas Baiturrahmah, Indonesia
(2) STIKES Abdi Persada Banjarmasin, Indonesia
(3) STIKES Rajekwesi Bojonegoro, Indonesia
(4) STIKES Rajekwesi Bojonegoro, Indonesia
(5) Universitas Baiturrahmah, Indonesia
Corresponding Author

Full Text

Full Text: View / Download PDF

Article Metrics

Abstract View : 1161 times; PDF Download : 1168 times

Abstract

Masalah stunting di Kota Bandung merupakan perioritas, karena kejadian stunting di Kota Bandung merupakan salah satu yang tertinggi di Jawa Barat yaitu sebesar 6,63%. Tingginya kejadian stunting di sebabkan oleh tingkat asupan gizi.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Cipadung Kota Bandung pada bulan Januari-Maret 2022. Populasi kasus dalam penelitian ini yaitu ibu yanng memiliki balita usia 24-59 bulan. Jumlah sampel sebanyak 108 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrument yang dipakai adalah kuesioner. Pengujian yang dipakai ialah uji chi square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar balita mengalami stunting (63%), tidak memiliki riwayat diare (58,3%), tidak memiliki Riwayat cacingan (66,7%), dan lebih dari setengah balita tidak memiliki riwayat ISPA (53,7%). Varibel yang berhubungan signifikan adalah riwayat diare (p=0,018, POR=2,8), riwayat ISPA(p=0,005, POR=3,4), dan riwayat cacingan(p=0,009, POR=3,2). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penyakit infeksi yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah riwayat diare, riwayat ISPA dan riwayat cacingan. Disarankan kepada ibu yang memiliki bayi untuk rutin melakukan posyandu agar dapat memantau tumbuh kembang anaknya

Keywords

Stunting, riwayat penyakit infeksi, riwayat diare, riwayat ISPA, riwayat cacingan

References

Aritonang, E. A., Margawati, A., & Dieny, F. F. (2020). Analisis pengeluaran pangan, ketahanan pangan dan asupan zat gizi anak bawah dua tahun (BADUTA) sebagai faktor risiko stunting. Journal of Nutrition College, 9(1), 71–80.https://doi.org/10.14710/jnc.v9i1.26584

Aryani, N., & Syapitri, H. (2018). Hubungan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Di Dalam Rumah Dengan ISPA Pada Balita Di Puskesmas Helvetia Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup, 3(1), 29–37.http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/593

Barus, E., Siahaan, J. M., Octavia, Y. T., & Gowasa, I. (2022). Edukasi Pencegahan Stunting Anak pada Ibu Hamil di Desa Sijarango I Kec. Pakkat Kab. Humbang Hasundutan. Indonesia Berdaya, 3(2), 397–406.https://doi.org/10.47679/ib.2022299

Bening, S., Margawati, A., & Rosidi, A. (2018). Asupan Zink, Riwayat ISPA dan Pengeluaran Pangan Sebagai Faktor Resiko Stunting Pada Anak Usia 2-5 tahun di Kota Semarang. Jurnal Gizi, 7(1).DOI: https://doi.org/10.26714/jg.7.1.2018.%25p

Choiroh, Z. M., Windari, E. N., & Proborini, A. (2020). Hubungan antara Frekuensi dan Durasi Diare dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan di Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis. Journal of Issues in Midwifery, 4(3), 131–141.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2019). Profil Kesehatan Jawa Barat. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), p.21-25.

Fauzia, N. R., Sukmandari, N. M. A., & Triana, K. Y. (2019). Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Status Gizi Balita. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 3(1), 28–32.https://doi.org/10.36474/caring.v3i1.101

Hanifah, R. N., Djais, J. T. B., & Fatimah, S. N. (2019). Prevalensi Underweight, Stunting, dan Wasting pada Anak Usia 12-18 Bulan di Kecamatan Jatinangor. Jsk 5, 3, 7. Himawati, E. H., & Fitria, L. (2020). Hubungan Infeksi Saluran Pernapasan Atas dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Sampang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 1–5.https://doi.org/10.24198/jsk.v5i3.28768

Izwardy, D. (2020). Studi Status Gizi Balita Terintegrasi Susenas 2019. Balitbangkes Kemenkes RI. Kamila, A. D., Margawati, A., & Nuryanto, N. (2018). Hubungan Kecacingan Dengan Status Gizi Dan Prestasi Belajar Pada Anak Sekolah Dasar Kelas Iv Dan V Di Kelurahan Bandarharjo Semarang. Journal of Nutrition College, 7(2), 77–83.https://doi.org/10.14710/jnc.v7i2.20826

Kemenkes, R. I. (2018). Data dan informasi profil kesehatan indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes RI. (2018). Cegah stunting itu penting. Warta Kermas, 1–27.

Kemenkes RI. (2020). Renstra Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 20, Issue 1). Jakarta.

Lineleyan, S., Mamuaja, P., & Munthe, D. (2021). Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Motoboi Kecil Kota Kotamobagu. Epidemia: Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima, 52–60.https://doi.org/10.24252/as.v6i2.1965

Lusiani, V. H., & Anggraeni, A. D. (2021). Hubungan Frekuensi Dan Durasi Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas. Journal of Nursing Practice and Education, 2(1), 1–13.https://doi.org/10.34305/jnpe.v2i1.374

Mekonen, J., Addisu, S., & Mekonnen, H. (2019). Prevalence and associated factors of chronic undernutrition among under five children in Adama town, Central Ethiopia: a cross-sectional study design. BMC Research Notes, 12(1), 1–6.https://bmcresnotes.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13104-019-4552-1

Mugianti, S., Mulyadi, A., Anam, A. K., & Najah, Z. L. (2018). Faktor penyebab anak stunting usia 25-60 bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(3), 268–278.https://doi.org/10.26699/jnk.v5i3.ART.p268-278

Natalia, L., & Evitasari, D. (2020). Perbedaan Pemberian ASI Eksklusif, Status Sosial Ekonomi, Riwayat Penyakit ISPA Pada Balita Stunting Dan Non Stunting. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(10), 1169–1177.https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v5i10.1665

Organization, W. H. (2020). World health statistics 2020. Permatasari, D. F., & Sumarmi, S. (2018). Differences of born body length, history of infectious diseases, and development between stunting and non-stunting toddlers. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), 182–191.

Ponamon, N. S., Joy, A. M. R., & Maureen, I. P. (2015). Hubungan Antara Durasi dan Frekuensi Sakit Balita Dengan Terjadinya Stunting Pada Anak SD di Desa Kopandakan 1 Kecamatan Kotamobagu Selatan. Manado: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas

Samratulangi. Pratama, B., Angraini, D. I., & Nisa, K. (2019). Penyebab Langsung (Immediate Cause) yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 8(2), 299–303.DOI: https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.167

Pratama, I. S., Aini, S. R., & Maharani, B. F. (2019). Implementasi gasing (gerakan anti stunting) melalui phbs dan pemeriksaan cacing. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 2(1).https://doi.org/10.29303/jppm.v2i1.1019

Priyono, P. (2020). Strategi Percepatan Penurunan Stunting Perdesaan (Studi Kasus Pendampingan Aksi Cegah Stunting di Desa Banyumundu, Kabupaten Pandeglang). Jurnal Good Governance, 16(2).https://doi.org/10.32834/gg.v16i2.198

Salma, W. O., & Siagian, H. J. (2022). Study Retrospektif Kejadian Stunting Pada Balita. HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN, 11(1), 215–224.https://doi.org/10.36763/healthcare.v11i1.235

Sari, Y. P. (2016). Riwayat penyakit infeksi saluran pernafasan akut dengan kejadian stunting pada anak balita. Jurnal Kebidanan Besurek, 1(2), 118–126. SDGs. (2017). Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan (SDGs). https://www.sdg2030indonesia.org/

Sutriyawan, A. (2021). Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan: Dilengkapi Tuntunan Membuat Proposal Penelitian. PT Refika Aditama.

Sutriyawan, A., Kurniawati, R. D., Rahayu, S. R. I., & Habibi, J. (2020). Hubungan status imunisasi dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita: studi retrospektif. Journal Of Midwifery, 8(2), 1–9.https://doi.org/10.37676/jm.v8i2.1197

Sutriyawan, A., & Nadhira, C. C. (2020). Kejadian Stunting pada Balita di UPT Puskesmas Citarip Kota Bandung. Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa, 7(2), 79–88.http://dx.doi.org/10.29406/jkmk.v7i2.2072

United Nations-World Health Organization-The World Bank Group. (2019). UNICEF-WHO-The World Bank: Joint child malnutrition estimates - Levels and trends. Report, p.1-15.

Wahyuni, D., & Fitrayuna, R. (2020). Pengaruh sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita di desa kualu tambang kampar. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 20–26.https://doi.org/10.31004/prepotif.v4i1.539

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2023 Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.