Penguatan Peran Kader tentang Pentingnya Pencegahan Stunting pada 1000 HPK

DOI: 10.29241/jaj.v2i2.1805

Author

Siti Novianti(1), Rian Arie Gustaman(2), Nur Lina(3), Sri Maywati(4),
(1) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi
(2) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi
(3) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi
(4) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi
Corresponding Author

Full Text

Full Text: View / Download PDF

Article Metrics

Abstract View : 18 times; PDF Download : 21 times

Abstract

Stunting masih  menjadi  masalah  kesehatan  global.  Prevalensi  stunting  di Indonesia masih tinggi dan merupakan  masalah kesehatan masyarakat. Pemerintah memiliki target penurunan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk perguruan tinggi. Kota Banjar merupakan salah satu lokus stunting di Jawa Barat, dan pada tahun 2022 terdapat kerjasama antara BKKBN dan Universitas Siliwangi dalam upaya penanggulangan stunting di kota Banjar. Bentuk kerjasama yang dilakukan antara lain pelaksanaan kegiatan KKN tematik di kota Banjar dengan tema khusus stunting. Adapun kontribusi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan adalah melalui pelaksanaan PBL 1 dan 2 di  kota Banjar, khususnya  di kelurahan Banjar, Mekarsari dan Situbatu. Selama dua tahun terakhir, lokasi tersebut menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa untuk pelaksanaan pendidikan dan pengajaran maupun penelitian. Kegiatan tridarma dosen lainnya yaitu pengabdian masyarakat akan dilaksanakan melalui kegiatan yang berjudul Penguatan Peran Kader dalam Meningkatkan Kualitas Maternal sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui skema Pengabdian Masyarakat Program  Unggulan  Program  Studi  (PbM-PUPS). Kegiatan ini terdapat dua mitra yaitu Kepala Kelurahan Banjar dan Kelurahan Mekarsari. Sasaran dari kegiatan pengabdian adalah kader kesehatan sebanyak 36 orang. Metode yang dilakukan yaitu Training of Trainer (ToT) pada kader tentang materi  pendekatan  siklus  hidup  dalam  pencegahan  stunting  dan pelatihan kader pendamping ibu hamil dalam pencegahan stunting 1000 HPK. Dilakukan analisis untuk menguji perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan uji Wilcoxon, dan hasil analisis menunjukkan tidak ada beda pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan (nilai p>0,005).

Keywords

Penguatan kader; Stunting; 1000 Hari Pertama Kehidupan

References

1. Kemenkes KKR. Bagaimana Penerapan Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Balita pada TPG Terlatih. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2019.

2. Kemenkes. Situasi Balita Pendek (stunting) di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. 2018;

3. Kemenkes. Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Kemenkes RI. 2022;1–14.

4. Khatun W, Alam A, Rasheed S, Huda TM, Dibley MJ. Exploring the intergenerational effects of undernutrition: Association of maternal height with neonatal, infant and under-five mortality in Bangladesh. BMJ Glob Heal. 2018;3(6):1–12.

5. Martorell R, Zongrone A. Intergenerational influences on child growth and undernutrition. Paediatr Perinat Epidemiol. 2012;26(SUPPL. 1):302–14.

6. Apriluana G. Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita ( 0-59 Bulan ) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. 2018;247–56.

7. Ghosh S. Impact of Mother ’ s Health Seeking Behavior and Employment Status on Child Malnourishment and Access to ICDS : A Regional Analysis. 2013;12:28–47.

8. Nuamah GB, Agyei-Baffour P, Mensah KA, Boateng D, Quansah DY, Dobin D, et al. Access and utilization of maternal healthcare in a rural district in the forest belt of Ghana. BMC Pregnancy Childbirth. 2019;19(1):1–11.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Jurnal Abdimas Jatibara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.